My Headphone Amplifier 2016

14608951_1373609179317242_3549706496195273933_o

kali ini penulis membuat Headphone Amplifier yg cukup menarik, Amp ini penulis buat dengan mengambil beberapa desian yg sudah ada sebelum ya di internet. Pada dasar nya Amp yg penulis buat mengambil desian dari O2 headphone Amp dengan sedikit perubahan dan penyesuaikan.

14707884_1373938149284345_2783818617008853255_o

penulis mengambil dasar rangkaian O2 headphone Amp dengan penguatan 2x, mengganti potensio fisik dengan potensio digital, mengunakan virtual ground seperti cMoy, mengunakan elektronik Latch ON/OFF dan baterai charger. jadi secara keutuhan rangkian ini campur-campur yg penulis ambil dari internet lalu mengabungkannya. OK langsung saja

Penulis tidak akan menjelaskan apa ini dan itu nya silahkan cari sendiri pake Googel jaman sudah cangih !!

Bagian AMP

wp_20161022_013

Bagian AMP ini pada dasar nya desain dari O2 headphone Amp untuk sekema asli O2 bisa di cek di sini http://nwavguy.blogspot.co.id/2011/07/o2-headphone-amp.html. Penulis mengambil desain dasar nya dengan penguatan 2x, dan mengganti potensio fisik dengan potensio digital mengunakan IC DS1802 sehinga untuk menaikan dan menurun kan volume cukup menekan-tekan tombol UP dan DOWN

Berikut sekema yg penulis buat :

amp

Bagian Virtual Ground dan elektronik Latch ON/OFF

wp_20161022_018

Rangkaian Elektronik Latch ON/OFF penulis ambil dari http://www.mosaic-industries.com/embedded-systems/microcontroller-projects/electronic-circuits/push-button-switch-turn-on/latching-toggle-power-switch. rangkaian tersebut mengantikan saklar ON/OFF mekanik. dengan hanya 1 (satu) tombol bisa meng ON dan OFF power suplai.

Virtial Ground nya standart mengunakan dua buah op-amp yg di konfigurasi pararel, untuk macam-macam virtual ground sebagai referensi bisa di lihat di sini http://www.headphoneamp.co.kr/19135. penulis mengunakan Virtial Ground dengan tujuan agar tidak menguakan power suplai simtris sehinga bisa dioprasikan dengan battrai.

Berikut sekema nya dan tambahan bagian suplai untuk dihubungkan ke bagian Amp :

vg

Bagian baterai charger

wp_20161022_020

Bagian ini penulis ambil dari artikel ini https://sites.google.com/site/donutscience/various-projects/the-easiest-diy-lithium-polymer-battery-charger artikel tersebut cukup lengkap dalam menjelaskan baterai charger, setelah membaca artikel tersebut penulis buat rangkaian seperti di bawah ini :

bat2s

Hasil Akhir

14692104_1373608519317308_7273906447384474024_o

Bisa terlihat bahwa ramgkaian yg penulis gunakan diambil dari banyak sumber penulis hanya mengambil dasar nya atau keseluruhan dan mengabungkan nya menjadi satu kesatuan yg utuh dan berfunsi sesuai harapan penulis. disinilah penting nya SKIL DASAR ELEKTRONIK tidak terpaku pada rangkaian utuh, sehinga dapat membuat sesuatu yg lebih menarik.

Bagaimana hasil suara nya, Penulis cukup kagum dengan desian dari O2 tersebut suara yg dihasil sangat memuaskan, dan apa yg di sampaikan di Blog nya O2 terbukti dengan baik, Penulis tidak akan mengimpresi karna impresi dari pembuat tidak falid dan bersifat personal sesuai selera, dan sesuai kuping kaleng pembuat.

Potensio digital nya bekerja sangat baik dengan kendala saat OFF potesio kembali ke 0 he he 😀 , Elektronik Latch ON/OFF juga bekerja dengan baik walaupun saat meng OFF kan harus ditekan agak lama.

secara keseluruhan penulis cukup puas. dan sedikit video 😀 :

Ditulis dalam Audio, Uncategorized

Jam Full IC CMOS

Berikut adalah keisengan penulis mencoba membuat animasi simulasi jam dengan mengunakan IC CMOS tanpa mengunakan rtc dan microcontroler. Dalam animasi penulis menset JAM ke angaka 2 dan Menit ke angka 59 sehinga saat detik mencapai angka 59 dan masuk ke angka 60 JAM akan bertambah menjadi 3, menit dan detik kembali ke 00, angka 60 tidak jadi tampail karna menjadi 00 seketika.

Klik gambar sekema dibawah untuk melihat animasi dalam format file .gif dengan ukuran file 5MB, mungkin akan cukup lambat bila koneksi internet kurang memadai.

jam

Ditulis dalam CMOS, Uncategorized

Simple Quad DAC TDA1543 + Teensy 3.2

OK langsung saja penulis agak kurang bisa harus berbasa basi 😀 penulis tidak akan menerangkan apa ini dan itu nya silahkan cari lewatt Googel.

wp_20160915_002

TDA1543 adalah IC DAC yg memiliki resolusi 16-bit, IC kemasan DIP8 yg cukup simpel, sederhana dan tidak memerlukan banyak tambahan komponen:

tda1543_

wp_20160914_004

Dalam penerapan nya penulis mempararel 4 buah TDA1543 hal ini konon bertujuan untuk menambah SQ entah mitos atau bagai mana penulispun merasakan ada berbedaan SQ bila mengunakan 1 buah atau mempararel 4 buah atau bahkan lebih, penulis memutuskan hanya mengunakan 4 buah saja dan agar sesuai judul Quad DAC 😀 . dan berikut sekema nya :

dac

Agar DAC dapat menerima sinyal digital dari PC diperlukan konverter USB to I2S dimana input TDA1543 adalah I2S. Ada banyak pilihan untuk bagian USB to I2S dapat mengunakan IC PCM27xx atau modul XMOS yg sangat power full dan terkenal akan kualitas suara nya, akan tetapi penulis memilih modul Teensy3.2 dengan pertimbanga kesesuaian, dimana Teensy3.2 hanya suport 16-bit 44100Hz cocok dengan TDA1543 yg juga hanya 16bit, sehinga tidak lebih dan tidak kurang, pertimbangan harga Teensy3.2 tidak semahal XMOS dan tidak semuarah IC PCM27xx, dan untuk Teensy3.2 penulis cukup mudah untuk mendapatkan nya. Teensy3.2 sendiri adalah sebuah Development Board mirip-mirip Arduino dengan IC MK20DX256VLH7 lebih lanjut nya cek di sini https://www.pjrc.com/teensy/teensy31.html, Berikut pin-pin I2S pada Teensy3.2 :

td_libs_audiooutputi2s_1

Pin-pin tersebut dihubungkan dengan input TDA1543 sesuai sekema diatas, untuk suplai 5V dan GND untuk DAC kita ambil dari PIN GND dan 5V nya Teensy3.2 dimana 5V tersebut juga diambil dari tegagan USB secara langsung. Sebagai contoh penulis membuat PCB Sederhana berikut dan penambahan “decoupling capacitor” yg tidak digambarkan pada sekema DAC :

tda1543_pcb

Setelah semua komponen terpasang pada PCB, isi koding untuk Teensy 3.2 agar bisa menjadi USB to I2S, Teensy ini menggunakan IDE nya Arduino, untuk installasi nya cek web resmi nya http://www.pjrc.com/teensy/td_download.html , Sebetul nya kemampuan Teensy 3.2 bisa lebih dari hanya sekedar USB to I2S bisa di cari di Googel saja lebih lanjut nya, koding nya pun cukup simpel bahkan tidak ada koding lain didalam void setup() dan void loop() nya untuk sekedar USB to I2S :

usbdac

Sebelum koding tersebut di Upload setting pada “USB Type” nya ke “AUDIO”

teensy_arduino_ide

Setelah upload cek pada Device Manager, untuk Windows 10 tidak perlu driver karna langsung mengenali kemungkinan juga untuk Windows 7, 8, 8.1 juga tidak perlu driver.

teensy_audio3

teensy_audio

Seperti yg sudah dijelaskan diatas Teensy3.2 hanya suport 16-bit 44100Hz cocok dengan TDA1543 yg juga hanya berkemampuan 16-bit

teensy_audio2

Saat dinyalakan terkadang suara kurang jernih atau distorsi coba putar trimpor 2K sampai didapat suara yg paling jernih dan out dari IC TDA1543 AOR, AOL sekitaran 3.0v-1.8v terhadap ground. Suara yg dihasilkan dari USB DAC ini terbilang sangat bagus SQ nya cukup bagus, Detail suaranyapun sangat terasa jelas banyak instrumen music yg dapat terdengar jelas, Separasi stereo nya sangat terasa L dan R nya.

wp_20160915_010

wp_20160918_002

UPDATE
menganti kapasitor decopling dengan SANYO OSCON 47uF 25V SC Series. berikut kutipan review dalam b.inggris 😀

Organic semiconductive electrolyte type / Radial lead type Suitable for noise limiters and switching power supplies that make a point of high frequency characteristics. Also, make use of it when needed long life span and high reliability. A Good Choice for DAC.

14379887_1341840845827409_8959903121199015309_o

Pergantian kapasitor tersebut membuat detail suara menjadi bertambah jernih. Cocok dengan segelas kopi 😀

14380027_1343162512361909_8241810651384717767_o

Ditulis dalam Audio, DAC, PC

USB 100mA Current-Regulator LM317

Sesuai judul rangkaian yg penulis buat adalah rangkaian Current-Regulator atau Regulator arus diama arus out nya dibatasi max 100mA. Penulis membuat rangkaian ini untuk membatasi arus yg digunakan dari port USB. Dasar rangkaianan nya adalah IC regulator LM317 yg dikonfigurasi sebagai Current-Regulator, berikut perhitungan LM317 sebagai CurrentRegulator.

LM317-Current-Regulator

Untuk memudahkan perhitungan berikut online kalkulator LM317
http://diyaudioprojects.com/Technical/Current-Regulator/

Ini adalah rangkaian yg penulis gunakan dengan mengacu rangkian Current-Regulator LM317.

usb100mA

Bahan-bahan yg penulis gunakan.

WP_20160814_006

Setalah semua nya di rakit.

WP_20160814_008

WP_20160814_009

Rangkaian Current-Regulator penulis gunakan untuk berbagai keperluan contoh penulis gunakan untuk mengisi batrai dalam mode lambat semisal bila kapasitas baterai 800mAh dan arus pengisian 100mA maka batrai akan penuh dalam 10 jam.

WP_20160814_011

Penggunaan Current-Regulator untuk mengisi batari penulis tujukan untuk baterai-baterai yg tidak memiliki menejemen baterai kompleks seperti pada smartphone tidak perlu mengunakan rangakaian ini. pada batrai pack 3.7V yg hanya memiliki proteksi sederhana dapat mengunakan rangkaian ini.

Ditulis dalam Uncategorized

Mod Sederhana pada USB DAC

Sesuai judul, mod sederhana pada USB DAC murah meriah 😀 penulis beli di toserba seharga 35rb setelah di coba suaranya sangat cempreng.

WP_20160607_001

Penasaran lalu penulis buka isi nya kemudian mengamati ada dua komponen yg terlihat tidak terpasang setelah di ukur-ukur dengan AVO kedua komponen ini tersambung ke Out dari USB DAC ini.

WP_20160607_004

Terpikir kenapa suara dari USB DAC ini cempreng setelah diamati kopling out dari USB DAC ini mengunakan kapasitor SMD yg entah nilai nya berapa tetapi karna suara nya cempreng kemungkinan nilai kapasitr nya kecil. sedangkan komponen yg tidak terpasang kemungkinan untuk kapasitor SMD yg nilai nya besar. diputuskan untuk memasang kapaitor yg asli dari sana nya tidak terpasang penulis mengunakan Elco 470uF/16v.

Karna kapasitor Elco terlalu besar untuk dimasukan kedalam wadah jadi nya kapasitor nya menyembul keluar 😀 😀

Hasil nya sangat memuaskan, suara yg dihasilkan jauh lebih baik nada tidak cempreng, nada bass sudah terasa, nada mid terasa lebih baik. Sip segitu saja semoga bermanfaat

Ditulis dalam Audio, DAC, Uncategorized

Istilah-istilah Audio

sound-waves

Biar gak susah nyari nya lagi penulis simpan saja di Blog hehe 😀 list istilah-istilah audio atau karakteristik suara.

  • Airy: luas. Terbuka. Suara berbagai instrumen berbunyi seakan dikelilingi ruangan kosong yang besar. Reproduksi pantulan frekwensi tinggi yg baik. Respon frekwensi melebar hingga 15-20 kHz.
  • Bassy: frekwensi rendah dibawah 200 Hz yang dominan.
  • Blanketed: Nada tinggi yg lemah, seakan selimut diletakkan menutupi speaker.
  • Bloated: Mid-bass sekitar 250 Hz yang berlebih. Redaman frekwensi rendah yang buruk, resonansi frekwensi rendah. Lihat tubby.
  • Blurred: Respon singkat yg buruk. Bayangan stereo yg kabur, tidak fokus.
  • Boomy: Bass sekitar 125 Hz yang berlebihan. Redaman frekwensi rendah yang buruk atau resonansi frekwensi rendah.
  • Boxy: Memiliki pantulan seakan musik dimasukkan dalam kotak. Kadang frekwensi dominan sekitar 250 Hz hingga 500 Hz.
  • Breathy: bunyi tarikan nafas yang terdengar pada alat-alat musik seperti flute atau saxophone. Respon mid-atas / treble yang baik.
  • Bright: Dominan di frekwensi tinggi. Harmonik lebih kuat dibanding nada dasar.
  • Chesty: Suara penyanyi terdengar seakan dadanya terlalu besar. Respon yang menguat pada frekwensi rendah sekitar 125-250 Hz.
  • Clear: lihat Transparent.
  • Colored: berbunyi tidak seperti aslinya. Respon frekwensi yang tidak datar, bergelombang.
  • Crisp: respon frekwensi tinggi yg lebar, khususnya pada alat musik cymbals.
  • Dark: kebalikan dari bright. Lemah pada frekwensi tinggi.
  • Delicate: Frekwensi tinggi mencapai 15-20 kHz seakan tanpa puncak.
  • Depth: Semacam perasaan jarak (dekat sampai jauh) dari bermacam instrumen yang berbeda.
  • Detailed: Detil suara musik yang mudah didengar; artikulasi yang jelas. Respon frekwensi tinggi yang cukup, respon singkat yang tajam.
  • Dull: lihat dark.
  • Edgy: Terlalu banyak frekwensi tinggi. Terlalu treble. Harmonik terlalu kuat dibanding nada dasar. Berdistorsi, mengandung harmonik tak diinginkan yang menambahkan kesan kasar.
  • Fat: Lihat Full dan Warm. Atau, suara seakan bergerak ke satu sisi, diperlambat, kemudian bergerak ke sisi lain. Bisa juga sedikit distorsi pada distorsi pita analog atau distorsi tabung.
  • Full: nada dasar yang kuat dibanding harmonik. Respon frekwensi rendah yang baik, tidak berlebih, tetapi mengandung level sekitar 100-300 Hz yang cukup. Suara pria terdengar penuh di sekitar 125 Hz; suara perempuan serta violin yang penuh sekitar 250 Hz; saxophone terdengar penuh sekitar 250-400 Hz. Berlawanan dengan Thin.
  • Gentle: berlawanan dengan Edgy. Harmonik (treble dan mid-atas) tidak berlebihan, bahkan bisa cenderung lemah.
  • Grainy: musik berbunyi seperti tersusun dari butiran-butiran kecil, tidak mengalir dalam satu bagian utuh. Tidak cair. Mengalami distorsi harmonik / I.M. Beberapa A/D converter jaman dulu terdengar grainy, sama seperti produk saat ini yang kualitasnya rendah.
  • Grungy: banyak distorsi harmonik / I.M.
  • Hard: terlalu banyak mid-atas, umumnya sekitar 3 kHz. Bisa juga merupakan respon singkat yang baik, seakan suara membentur anda dengan keras.
  • Harsh: terlalu banyak mid-atas. Respon frekwensi antara 2-6 kHz yang kuat. Bisa juga pergeseran fasa yang terlalu besar pada lowpass filter perekam digital.
  • Honky: seperti mengatupkan tangan di sekeliling mulut anda. Respon frekwensi yang menguat di sekitar 500-700 Hz.
  • Mellow: frekwensi tinggi yang berkurang, tidak edgy.
  • Muddy: tidak jelas. Harmonik yang lemah, respon waktu yg tidak pas, distorsi I.M.
  • Muffled: berbunyi seperti ditutupi selimut. Nada tinggi / mid-atas yang lemah.
  • Nasal: honky, menguat pada respon frekwensi sekitar 600 Hz.
  • Piercing: terlalu keras, sakit di telinga. Puncak respon frekwensi yang tajam dan sempit di sekitar 3-10 kHz.
  • Presence: seakan instrumen berada dalam ruang dengar. Sinonim dari edge, punch, detail, closeness serta clarity. Respon frekwensi yang cukup / dominan di sekitar 5 kHz untuk sebagian besar instrumen, atau sekitar 2-5 kHz untuk kick drum serta bass.
  • Puffy: menguat di frekwensi sekitar 500 Hz.
  • Punchy: reproduksi dinamik yang bagus. Respon sesaat yang baik, dengan hantaman kuat. Kadang-kadang menguat pada frekwensi sekitar 5 kHz atau 200 Hz.
  • Rich: lihat Full. Bisa juga distorsi menyenangkan yang tercipta dari harmonik yang teratur.
  • Round: frekwensi tinggi yang tidak pas. Tidak edgy.
  • Sibilant: bunyi “s” dan “sh” yang berlebihan seperti dalam pengucapan “Essy”, disebabkan menguatnya respon frekwensi sekitar 6-10 kHz.
  • Sizzly: lihat Sibilant. Bisa juga terlalu banyak nada tinggi pada cymbals.
  • Smeared: tidak detail. Respon singkat yang buruk, terlalu banyak kebocoran antar mikrofon. Fokus yang jelek.
  • Smooth: nyaman bagi telinga, tidak kasar. Respon frekwensi yang datar, khususnya pada midrange. Kurang puncak dan lembah pada respon frekwensi.
  • Spacious: membawa kesan nuansa luas atau be-ruang di sekeliling instrumen. Stereo yang bergema. Memantul.
  • Steely: dominan pada nada mid-atas sekitar 3-6 kHz. Respon frekwensi tinggi yang bergelombang dan tidak rata. Lihat Harsh, Edgy.
  • Strident: Lihat Harsh, Edgy.
  • Sweet: Tidak nyaring atau memekakkan. Lembut. Respon frekwensi tinggi yang datar, distorsi yang rendah. Tidak terdapat nada yang kuat pada respon frekwensi. Nada tinggi mencapai 15-20 kHz, tetapi suaranya tidak dominan. Seringkali digunakan saat menggambarkan suara cymbals, perkusi, senar, serta suara-suara yang mendesis.
  • Thin: nada dasar yang lemah dibanding harmonik.
  • Tight: respon serta detail frekwensi rendah sesaat yang baik.
  • Tinny, Telephone-like: bandwidth yang sempit, nada rendah lemah, suara mid yang melengking. Musik berbunyi seakan keluar melalui telepon atau kaleng.
  • Transparent: rileks ketika mendengarkan musik, detail, jelas, tidak muddy. Respon frekwensi datar yang lebar, respon waktu yang tajam, distorsi serta noise yang sangat rendah.
  • Tubby: terdapat pantulan frekwensi rendah seperti bernyanyi di dalam kamar mandi. Lihat bloated.
  • Veiled: speaker seperti tertutup oleh kain sutera. Sedikit noise atau distorsi atau frekwensi tinggi agak lemah. Tidak transparan.
  • Warm: bass yang baik, frekwensi tinggi yang cukup, nada dasar yang memadai dibanding harmonik. Tidak kurus. Bisa juga bass atau midbass yang berlebih. Atau perasaan luas yang menyenangkan, dengan gema yang memadai di frekwensi rendah. Lihat juga Rich, Round. Warm highs sama artinya dengan sweet highs.
  • Weighty: respon frekwensi rendah yang baik, sekitar 50 Hz. Mengesankan suatu obyek yang berbobot/berat, seperti lokomotif diesel.

credit to: http://www.audiophile-id.com

Ditulis dalam Audio, Uncategorized

Pemancar FM 7watt Stereo

Postingan Iseng2 😀 hasilkarya Pemancar 7watt 107.9Mhz

13041289_1230445803633581_7249473239935900920_o

13040828_1230446093633552_2001046152858701264_o

Ditulis dalam Pemancar FM, Stereo Encoder